Rumah besar para pengajar bahasa Arab Indonesia
IMLA adalah perkumpulan para pengajar bahasa, sastra, dan budaya Arab di perguruan tinggi, sekolah menengah, sekolah dasar, madrasah, pesantren, dan lembaga lainnya. Didirikan dalam Muktamar I di Malang, IMLA tumbuh menjadi organisasi profesi yang diakui pemerintah dan berjejaring hingga mancanegara.
Mengapa IMLA didirikan?
Bahasa Arab hadir di Nusantara seiring masuknya Islam, namun pembinaan dan pengajarannya lama berjalan di tempat. IMLA lahir untuk menjawab tiga kebutuhan mendasar.
Bahasa Arab telah ada sejak masuknya Islam ke Indonesia, tetapi pembinaan, pengembangan, dan pengajarannya seolah berjalan di tempat.
Dibutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kemampuan pedagogik para pengajar bahasa Arab.
Perlu optimalisasi, peningkatan karier, dan kesejahteraan pengajar bahasa Arab di institusinya masing-masing.
Bagaimana bahasa, sastra, dan budaya Arab—yang telah mendapat resepsi, apresiasi, dan kristalisasi kultural dalam kehidupan masyarakat Indonesia—dapat menjadi wadah pencerahan pemikiran, serta memperoleh perhatian dan peran terhormat dalam pergaulan intelektual, di tingkat nasional maupun global.
Dari gagasan di Malang ke panggung dunia
Perjalanan IMLA dari pertemuan perintis hingga menjadi jejaring keilmuan bahasa Arab berskala internasional.
Gagasan pendirian
Pertemuan di Universitas Negeri Malang (dahulu IKIP Malang) bersama UGM dan IAIN Sunan Kalijaga menyepakati gagasan lembaga profesi pengajar bahasa Arab.
Pematangan di Yogyakarta
Pertemuan di UGM dihadiri 8 perguruan tinggi dari 5 kota; menghasilkan draf AD/ART dan kesepakatan Muktamar I.
Muktamar I — IMLA berdiri
Di Songgoriti, Malang, 120 utusan dari 46 perguruan tinggi mendeklarasikan berdirinya IMLA, bertepatan 14 Jumadil Akhir 1420 H.
Muktamar II · Jakarta
Digelar di Asrama Haji Pondok Gede, dihadiri 122 utusan dari 51 perguruan tinggi.
Muktamar III · Bandung
Diselenggarakan di Bandung dengan 250 peserta.
Muktamar IV · Yogyakarta
Menetapkan kepengurusan 2011–2015 dan memperluas jaringan pengurus daerah serta cabang di berbagai provinsi.
Anggota pendiri MBAI · Dubai
IMLA resmi ditetapkan sebagai anggota pendiri Majelis Bahasa Arab Internasional (Al-Majlis ad-Dauli lil-Lughah al-‘Arabiyyah).
Muktamar V & PINBA IX · Malang
Bertema “Bahasa Arab Asas Kebudayaan Manusia”, menghadirkan 250+ makalah dan 450 peserta dari Indonesia, Mesir, Arab Saudi, Iran, Malaysia, hingga Brunei.
PINBA XV · Jakarta
Pertemuan Ilmiah Internasional ke-15, 3–6 Agustus 2025, bersama Universitas Islam Darunnajah Jakarta, bertema bahasa Arab di era kecerdasan buatan.
8 perguruan tinggi pemrakarsa
Hadir dalam pertemuan pematangan di UGM Yogyakarta, 25 April 1999.
Visi & Misi
Menjadi organisasi profesi terdepan dalam peningkatan kualitas pengajaran dan pengkajian bahasa, sastra, dan budaya Arab di Indonesia.
- Meningkatkan pengajaran bahasa, sastra, dan budaya Arab di Indonesia.
- Meningkatkan pengkajian bahasa, sastra, dan budaya Arab di Indonesia.
- Mengembangkan karier dan keahlian pengajar bahasa, sastra, dan budaya Arab.
Tujuan
- Mempererat silaturahim dan membina kerja sama di antara para pengajar bahasa, sastra, dan budaya Arab di seluruh Indonesia.
- Membina profesionalisme, keilmuan, dan ukhuwah di kalangan pengajar.
- Mendorong pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan budaya Arab bagi masyarakat, bangsa, dan umat manusia.
- Meningkatkan mutu, citra, dan reputasi sumber daya pengajar.
Ikhtiar
- Membangun jaringan fungsional yang kokoh dan profesional dengan mengedepankan wacana akademik.
- Menyelenggarakan PINBA — Pertemuan Ilmiah Nasional dan Internasional Bahasa Arab — sekurang-kurangnya dua tahun sekali.
- Menyelenggarakan pelatihan dan penelitian bahasa, sastra, dan budaya Arab.
- Menerbitkan jurnal ilmiah di bidang bahasa, sastra, dan budaya Arab.
Mitra strategis pengembangan bahasa Arab
Konsultasi & Pendampingan
Memberi pertimbangan dan pendampingan kebijakan pembinaan, pengembangan, dan pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, sekolah, dan lembaga diklat.
Pengawal Mutu
Mengkritisi dan mengawal pelaksanaan pembinaan, pengembangan, dan pengajaran bahasa Arab agar tetap bermutu.
Mitra Pemerintah
Menjadi mitra pemerintah dan lembaga terkait dalam membina dan mengembangkan bahasa Arab, termasuk diplomasi kebudayaan.
Forum pencinta, pemerhati, peneliti, dan pengajar bahasa Arab se-Indonesia.
Jejaring antar perguruan tinggi penyelenggara prodi bahasa Arab.
Pusat informasi pembinaan dan pengembangan bahasa Arab.
Peningkatan kompetensi melalui riset, seminar, lokakarya, dan simposium.
Peningkatan kesejahteraan pengajar bahasa Arab.
Hadir dari pusat hingga kampus
Struktur berjenjang memungkinkan IMLA bergerak dekat dengan para pengajar di daerah.
Asas & sifat: IMLA berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta bersifat kekeluargaan.
Karya nyata untuk bahasa Arab
PINBA
Pertemuan Ilmiah Nasional & Internasional Bahasa Arab — forum ilmiah tertinggi pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan budaya Arab.
Muktamar
Forum permusyawaratan tertinggi untuk menetapkan arah organisasi dan memilih kepemimpinan IMLA.
Jurnal & Prosiding
Penerbitan jurnal ilmiah, prosiding PINBA, serta buku rujukan seperti Dalil Ulama al-Lughah al-‘Arabiyyah.
Standar Kompetensi & TOAFL
Penyusunan standar kompetensi pengajar dan pembelajar bahasa Arab (MTs, MA, PT) serta instrumen uji kemampuan TOAFL.
Daurah & Pelatihan
Daurah metodologi pengajaran, workshop, dan pendampingan bagi pengajar bahasa Arab di berbagai daerah.
Kerja Sama
Nota kesepahaman dengan perguruan tinggi dan lembaga mitra, di dalam negeri maupun di Timur Tengah dan dunia.
Jadilah bagian dari keluarga besar IMLA
Bersama para pengajar bahasa Arab se-Indonesia, kita jaga marwah bahasa Al-Qur’an dan kembangkan keilmuannya untuk bangsa.
Sumber: Anggaran Dasar IMLA, Profil IMLA, dan Laporan Pertanggungjawaban PP IMLA 2011–2015.
