
PENGURUS IMLA INDONESIA DAERAH KEPULAUAN RIAU RESMI DILANTIK DI BATAM
Batam – Pengurus Ittihad Mudarrisi al-Lughah al-‘Arabiyah (IMLA) Indonesia Daerah Kepulauan Riau resmi dilantik pada hari Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Gedung SMK Muhammadiyah Kota Batam. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan dan pengembangan pembelajaran bahasa Arab di wilayah Kepulauan Riau melalui wadah organisasi profesi para pendidik bahasa Arab.
Prosesi pelantikan dilaksanakan secara khidmat dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum IMLA Indonesia, Prof. Dr. Uril Bahruddin, M.A. Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya perwakilan pejabat daerah, unsur Kementerian Agama, serta para akademisi dan dosen dari berbagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pembelajaran bahasa Arab di Kepulauan Riau. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dan institusi pendidikan dalam memajukan bahasa Arab di Indonesia, khususnya di wilayah Kepri.
Dalam sambutannya setelah pelantikan, Ketua IMLA Indonesia Daerah Kepulauan Riau terpilih, Ust. Salim Saputra, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya dan seluruh jajaran pengurus. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menghidupkan dan mengembangkan bahasa Arab secara lebih profesional dan terarah di Kepulauan Riau.
“Terima kasih atas dilantiknya Pengurus IMLA Daerah Kepulauan Riau. Kami berharap melalui organisasi profesi IMLA ini, bahasa Arab di Kepri dapat berkembang lebih baik, baik dari sisi kualitas pembelajaran, kompetensi guru, maupun minat peserta didik,” ujar Ust. Salim. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, madrasah, perguruan tinggi, dan instansi pemerintah, agar program-program IMLA dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata.
Sementara itu, Prof. Dr. Uril Bahruddin, M.A. dalam pesan dan arahannya menyampaikan optimisme terhadap masa depan bahasa Arab di Indonesia. Menurutnya, mengembangkan bahasa Arab sejatinya tidak terlalu sulit, karena masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan bahasa Arab. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, dan bahasa Arab telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam, baik dalam ibadah, pendidikan, maupun tradisi keilmuan.
“Bahasa Arab memiliki posisi yang sangat strategis di Indonesia. Kedekatan masyarakat dengan bahasa Arab merupakan modal sosial dan kultural yang besar. Tinggal bagaimana para pendidik dan lembaga pendidikan mampu mengelolanya dengan pendekatan yang tepat, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” tegas Prof. Uril.
Selain agenda pelantikan, kehadiran Ketua Umum IMLA Indonesia di Batam juga dimanfaatkan untuk menyampaikan seminar ilmiah dengan tema “Membangkitkan Semangat Bahasa Arab: Gerbang Pertumbuhan Baru di Era Digital.” Seminar ini diikuti oleh para guru bahasa Arab, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai lembaga di Kepulauan Riau. Selain Ketua Umum IMLA, menjadi pembicara dalam seminar tersebut juga Dr Idham Khalid, seorang praktisi bahasa Arab dari Akademi Haiba Singapura.
Dalam paparannya, Prof. Uril menjelaskan bahwa bahasa Arab saat ini telah sejajar dengan bahasa-bahasa besar dunia, bahkan dalam beberapa aspek melebihi bahasa lainnya. Salah satu faktor utamanya adalah status bahasa Arab sebagai bahasa agama, sebuah kedudukan yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Status ini menjadikan bahasa Arab terus hidup, dipelajari, dan digunakan oleh ratusan juta umat Islam di seluruh dunia, lintas negara dan generasi.
Lebih lanjut, Prof. Uril menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa Arab. Menurutnya, era digital membuka peluang besar bagi inovasi metode pembelajaran, pengembangan media ajar, serta perluasan jangkauan dakwah dan keilmuan bahasa Arab melalui platform daring.
Dengan dilantiknya Pengurus IMLA Indonesia Daerah Kepulauan Riau dan terselenggaranya seminar ini, diharapkan IMLA Kepri dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu pembelajaran bahasa Arab, sekaligus memperkuat peran bahasa Arab sebagai bagian penting dari khazanah keilmuan dan budaya Islam di Indonesia.
Batam, 23 Desember 2025
UB




