
Belajar Bahasa Arab ‘Ammiyyah Jadi Lebih Mudah, IMLA Indonesia Gelar Bedah Buku Nasional Karya Dr. Aprijon Effendi
Jakarta, IMLA Indonesia – Divisi Pengembangan Keilmuan dan Sumber Daya Manusia (PK-SDM) IMLA Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan akademik melalui Bedah Buku Online SDM–IMLA yang membahas buku Cara Mudah Belajar Bahasa Arab ‘Ammiyyah: Dialek Arab Saudi dan Mesir karya Dr. H. Aprijon Effendi, Lc., M.A., Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi, pesantren, dan lembaga pendidikan di Indonesia.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum IMLA Indonesia, Prof. Dr. Uril Bahruddin, M.A., yang menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Arab dalam berbagai ragamnya, termasuk bahasa Arab ‘ammiyyah yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari oleh masyarakat Arab.
Menurutnya, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya terbatas pada bahasa Arab fusha yang selama ini diajarkan di lembaga pendidikan formal, tetapi juga perlu mengenalkan ragam bahasa Arab yang hidup dan berkembang dalam interaksi sosial masyarakat Arab.
“Penguasaan bahasa Arab ‘ammiyyah menjadi salah satu kebutuhan penting di era global saat ini, terutama bagi mahasiswa, akademisi, pekerja migran, maupun masyarakat yang berinteraksi langsung dengan penutur asli bahasa Arab,” ungkapnya.
Kegiatan inti menghadirkan Dr. H. Aprijon Effendi, Lc., M.A., Kaprodi S-2 Pendidikan Bahasa Arab UIN Sultan Syarif Kasim Riau sekaligus penulis buku yang dibedah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa salah satu kendala terbesar yang dihadapi pembelajar bahasa Arab adalah kesenjangan antara bahasa Arab yang dipelajari di ruang kelas dengan bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari di negara-negara Arab.
Menurutnya, buku Cara Mudah Belajar Bahasa Arab ‘Ammiyyah: Dialek Arab Saudi dan Mesir hadir sebagai solusi praktis untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman akademik dan interaksi langsung dengan penutur asli sehingga materi yang disajikan lebih komunikatif dan aplikatif.
“Banyak pembelajar bahasa Arab yang mampu membaca kitab atau memahami teks akademik, tetapi mengalami kesulitan ketika harus berkomunikasi dengan masyarakat Arab dalam kehidupan sehari-hari. Melalui buku ini, kami berusaha menghadirkan metode yang lebih sederhana, praktis, dan mudah dipahami,” jelasnya.
Sebagai pembahas, Prof. Dr. Faishal Mubarak Seff, Lc., M.A., Guru Besar Ilmu Bahasa Arab UIN Antasari Banjarmasin, memberikan apresiasi terhadap hadirnya buku tersebut. Menurutnya, kajian mengenai bahasa Arab ‘ammiyyah masih relatif terbatas dibandingkan pembahasan bahasa Arab fusha, padahal kebutuhan terhadap kemampuan komunikasi praktis semakin meningkat.
Ia menilai buku ini memiliki nilai strategis karena mampu memperkenalkan karakteristik dialek Arab Saudi dan Mesir secara sistematis, tanpa mengabaikan aspek kebahasaan yang ilmiah. Selain itu, penyajian materi yang sederhana menjadikan buku ini dapat diakses oleh berbagai kalangan, baik pemula maupun pembelajar tingkat lanjut.
Diskusi yang dipandu oleh Dr. Akhiruddin, M.Pd.I., dosen Pendidikan Bahasa Arab UIN Fatmawati Sukarno, berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan peserta terkait perbedaan bahasa Arab fusha dan ‘ammiyyah, strategi belajar dialek Arab secara efektif, hingga peluang pemanfaatan bahasa Arab ‘ammiyyah dalam dunia pendidikan, dakwah, dan profesi.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi tanya jawab. Beragam pengalaman belajar bahasa Arab dibagikan, sehingga diskusi berkembang menjadi forum pertukaran gagasan yang produktif antara akademisi, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan bahasa Arab.
Melalui kegiatan ini, Divisi Pengembangan Keilmuan dan SDM IMLA Indonesia berharap dapat memperluas wawasan masyarakat akademik mengenai pentingnya penguasaan berbagai ragam bahasa Arab. Selain itu, kegiatan bedah buku ini juga menjadi bagian dari upaya IMLA Indonesia dalam memperkuat budaya literasi, mendorong produktivitas akademik, serta menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan doa penutup. Bedah buku ini menjadi bukti komitmen IMLA Indonesia untuk terus menghadirkan forum akademik yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Arab kontemporer serta menjawab tantangan komunikasi global yang semakin dinamis.



