
Menulis Syair Arab Ternyata Mudah, Dr. Halimi Zuhdy UngkapStrateginya di Webinar Nasional IMLA Indonesia
Jakarta, IMLA Indonesia – Divisi Pengembangan Keilmuan dan Sumber DayaManusia (PK-SDM) IMLA Indonesia suksesmenyelenggarakan Webinar Nasional BedahBuku Seni Menulis Syair (Fann Kitābah Asy-Syi‘r) pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh hampir 100 pesertadari berbagai daerah di Indonesia yang terdiriatas dosen, mahasiswa, guru, santri, sertapegiat bahasa Arab.

Webinar dibuka dengan sambutan dari Divisi PengembanganKeilmuan dan SDM IMLA Indonesia yang pada kesempatantersebut diwakili oleh Dr. Madian Mukhlis. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian darikomitmen IMLA Indonesia dalam mengembangkan budayaliterasi, memperkuat tradisi akademik, serta meningkatkankompetensi sumber daya manusia di bidang bahasa dan sastra Arab.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan pesertatentang pentingnya menulis sebagai bagian dari pengembangankeilmuan. Sastra Arab, khususnya syair, merupakan salah satukhazanah yang perlu terus dikembangkan dan dikenalkankepada generasi muda,” ujarnya.
Acara inti menghadirkan Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd., M.A., penulis buku Seni Menulis Syair (Fann Kitābah Asy-Syi‘r) sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas HumanioraUIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam paparannya, Dr. Halimi menjelaskan bahwa menulis syair Arab sesungguhnyatidak sesulit yang selama ini dibayangkan banyak orang.
Menurutnya, sebagian besar pembelajar bahasa Arab menganggap syair sebagai bidang yang rumit karena identikdengan kaidah yang kompleks dan tuntutan kemampuan bahasayang tinggi. Padahal, dengan memahami langkah-langkah yang sistematis dan strategi yang tepat, siapa pun dapat mulai belajarmenulis syair Arab.
“Menulis syair Arab sebenarnya mudah. Yang dibutuhkanadalah memahami pola, teknik, dan strategi yang benar. Banyak orang ingin menulis, tetapi tidak mengetahui dari mana harusmemulai. Buku ini hadir untuk menjawab persoalan tersebutsekaligus menjadi panduan praktis bagi para pembelajar bahasaArab yang ingin berkarya,” jelasnya.
Dalam sesi bedah buku, Dr. Halimi memaparkan berbagai aspekpenting dalam proses kreatif penulisan syair Arab, mulai darimenemukan ide, memilih diksi yang tepat, membangunimajinasi, memahami irama bahasa, hingga menyusun syairyang memiliki nilai estetika dan pesan yang kuat.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatanberlangsung. Sesi diskusi yang dipandu oleh Gautama Veri Vetiana, M.Pd., dosen PBA Universitas Darussalam Gontor, berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan yang terusmengalir dari peserta. Beragam isu dibahas, mulai dari teknikmenulis syair bagi pemula, strategi meningkatkan kreativitasmenulis, hingga cara membangun budaya literasi dan kepenulisan dalam lingkungan pendidikan bahasa Arab.
Banyak peserta mengaku mendapatkan perspektif barumengenai dunia sastra Arab. Mereka menilai buku Seni MenulisSyair tidak hanya memberikan landasan teoritis, tetapi juga menawarkan langkah-langkah praktis yang dapat langsungditerapkan dalam proses menulis.
Tingginya partisipasi dan interaksi peserta menunjukkan bahwaminat terhadap pengembangan keterampilan menulis bahasaArab terus mengalami peningkatan. Melalui kegiatan ini, IMLA Indonesia berharap semakin banyak akademisi, mahasiswa, guru, dan santri yang terdorong untuk menghasilkan karya-karyasastra Arab yang kreatif, berkualitas, dan bermanfaat bagipengembangan keilmuan.
Kegiatan ditutup dengan doa kafaratul majelis dan foto bersamapeserta. Webinar nasional ini menjadi salah satu ikhtiar IMLA Indonesia dalam memperkuat tradisi literasi dan melahirkangenerasi penulis bahasa Arab yang produktif di Indonesia.
Penulis: Tim Media IMLA Indonesia
Editor: Divisi Pengembangan Keilmuan dan SDM IMLA Indonesia



