
IMLA Indonesia Resmi Lantik Pengurus Daerah Gabungan Maluku dan Maluku Utara di Ambon
Ambon, 29 Agustus 2026 – Ittihad Mudarris al-Lughah al-Arabiyah Indonesia atau IMLA Indonesia menggelar pelantikan Pengurus Daerah Gabungan Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Acara berlangsung khidmat di Auditorium UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Sabtu, 29 Agustus 2026, dan dilantik langsung oleh Ketua Umum IMLA Indonesia, Prof. Dr. Uril Bahruddin, MA.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan jaringan guru dan dosen bahasa Arab di kawasan timur Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan perguruan tinggi, dosen, guru bahasa Arab se-Maluku dan Maluku Utara, serta unsur sivitas akademika UIN Ambon.
Dalam struktur kepengurusan baru, terpilih Ibu Dr. Maimunah, sebagai Ketua IMLA Daerah Gabungan Maluku dan Maluku Utara. Beliau saat ini menjabat sebagai Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Ambon. Sementara posisi Sekretaris dipercayakan kepada Ibu Andi Nurmawaddah, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ternate. Komposisi pengurus lainnya merupakan perwakilan dari berbagai kampus dan madrasah di dua provinsi tersebut.
Prof. Uril dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbentuknya pengurus wilayah gabungan ini. Ia menekankan bahwa kehadiran IMLA di Maluku dan Maluku Utara sangat strategis untuk menjawab tantangan pengembangan bahasa Arab di daerah 3T.
“IMLA hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai rumah bersama para penggerak bahasa Arab. Kami berharap pengurus baru dapat menjadi motor penggerak pelatihan, penelitian, dan publikasi ilmiah di wilayah Maluku dan Maluku Utara,” ujar Prof. Uril.
Lebih lanjut, Prof. Uril memaparkan sejarah panjang IMLA Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1999 di Malang oleh tiga tokoh pendidikan bahasa Arab nasional, yaitu Ustaz Ahmad Fuad Efendi dari Universitas Negeri Malang Malang, Prof. Taufiq Dardiri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Prof. Syamsul Hadi dari Universitas Gadjah Mada.
“Dari sebuah pertemuan kecil di Malang, kini IMLA telah tumbuh menjadi organisasi besar dengan jaringan di seluruh Indonesia. Tahun ini kita memasuki usia ke-27,” jelasnya.
Selama 27 tahun perjalanannya, IMLA Indonesia telah menorehkan berbagai prestasi dalam pengembangan bahasa Arab di tanah air. Salah satu capaian terbesar adalah penguatan ekosistem publikasi ilmiah. Bersama berbagai perguruan tinggi di Indonesia, IMLA mendorong lahirnya jurnal-jurnal kebahasaan dan kesastraan Arab. Hingga saat ini jumlah jurnal yang dikembangkan dan dinaungi jejaring IMLA telah mencapai lebih dari 134 jurnal. Dari jumlah tersebut, 2 jurnal di antaranya telah berhasil terindeks Sinta 1.
“Prestasi ini tidak lepas dari kerja kolektif para dosen dan guru. Jurnal menjadi ruang bagi para pendidik untuk menyebarkan hasil riset, berbagi metode pembelajaran, dan mengangkat isu-isu bahasa Arab di Indonesia,” tambah Prof. Uril.
Ketua terpilih, Dr. Maimunah, dalam sambutan perdananya menyatakan komitmen untuk menghidupkan kegiatan IMLA di dua provinsi. “Kami akan fokus pada penguatan kapasitas guru, peningkatan kualitas pembelajaran, dan membangun jejaring dengan pesantren serta sekolah. Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Uril menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara pelantikan. Ucapan khusus disampaikan kepada Rektorat dan sivitas akademika UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon yang telah menyediakan tempat dan memfasilitasi kegiatan ini dengan sangat baik.
“Semoga pelantikan ini menjadi awal kebangkitan baru IMLA di bumi Maluku. Mari kita bersama-sama mengibarkan panji bahasa Arab sebagai bahasa ilmu, bahasa Al-Qur’an, dan bahasa persatuan,” tutup Prof. Uril.
Pelantikan ditutup dengan ramah tamah, dan sesi foto bersama seluruh pengurus dan peserta. Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, diharapkan IMLA Daerah Maluku dan Maluku Utara dapat segera menjalankan program kerja dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan bahasa Arab di Indonesia Timur.



