
KETUM IMLA BERPARTISIPASI PENCALONAN REKTOR UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Ternyata sebagian besar Bakal Calon Rektor UIN Maliki Malang memilih hari terakhir (Rabu, 23/4) untuk melakukan pendaftaran. Berbeda dengan pembukaan hari pertama pendaftaran (Senin, 21/4) yang hanya ada satu pendaftar, atas nama Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah. Sedangkan pada hari kedua (Selasa, 22/4) justru tidak ada pendaftar sama sekali.
Diawali tadi pagi, tepatnya pukul 10.00, nampak sosok Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag datang dan langsung mendaftar. Kehadiran Wakil Rektor Bidang Akademik yang ikut dalam kontestasi pemilihan rektor saat ini tidak begitu mengejutkan, karena isu akan majunya yang bersangkutan sudah terdengar lama.

Hingga pendaftaran ditutup pukul 15.00 sudah ada 12 guru besar yang mendaftarkan diri. Mereka adalah: Prof. Abdul Malik Karim, Prof. Umi Sumbulah, Prof. Saifullah, Prof. A. Barizi, Prof. Sri Harini, Prof. Uril Bahruddin, Prof. Triyo, Prof. Suhartono, Prof. Agus Maimun, Prof. Ilfi Nurdiana, Prof. Syamsul Ulum, dan Prof. Fauzan.
Dalam deretan nama-nama tersebut, terdapat nama Prof. Uril Bahruddin, MA. yang merupakan Ketua Umum IMLA Indonesia periode 2023-2027 ikut meramaikan pemilihan rektor UIN Maulana Malik Ibrahim untuk periode 2025-2029. Prof. Uril terpilih sebagai ketua Umum IMLA Indonesia pada muktamar VII IMLA yang diselenggarakan di UIN Mataram pada akhir tahun 2023. Dalam muktamar tersebut sekaligus dipilih Sekjennya Dr. Faisal Hendra dan sebagai bendahara umum, Prof. Dr. Faisal Mubarak.

Saat ditanya tentang latar belakang keikutsertaannya, Prof. Uril menjawab Ingin berpartisipasi dalam mengembangkan kampus Islam Negeri di kota Malang itu. “UIN Maulana Malik Ibrahim Malang termasuk kampus terbesar di bawa Kementerian Agama, yang harus dikembangkan lebih maju lagi”, kata dia. “Untuk mengembangkan kampus UIN Malang perlu kolaborasi dan sinergi dari semua potensi yang dimilikinya”, pungkasnya.
Jika betul-betul Prof. Uril mendapatkan amanah memimpin kampus yang terkenal hebat dalam pengembangan bahasa Arab ini, diharapkan bisa semakin melejitkan pengembangan bahasa Arab di Indonesia. Wallahu a’lam.
Malang, 23 April 2023



