
PELANTIKAN PENGURUS IMLA INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TENGAH PERIODE 2025–2030: MENEGUHKAN KOMITMEN PENGABDIAN UNTUK BAHASA ARAB
Palangka Raya, 30 September 2025 – Ittihad Mudarrisi al-Lughah al-‘Arabiyah (IMLA) Indonesia Daerah Kalimantan Tengah secara resmi melantik pengurus baru untuk masa bakti 2025–2030. Prosesi pelantikan ini berlangsung khidmat di Aula Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palangkaraya pada hari Selasa, 30 September 2025, dengan dihadiri langsung oleh Ketua Umum IMLA Indonesia, Prof. Dr. Uril Bahruddin, M.A.
Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran IMLA sebagai organisasi profesi para pengajar Bahasa Arab di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam pelantikan tersebut, Dr. Nurul Wahdah, M.Pd. secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua IMLA Daerah Kalimantan Tengah untuk periode 2025–2030, menggantikan kepemimpinan sebelumnya yang diemban oleh Dr. Ahmadi, M.Pd.
Dalam sambutannya, Prof. Uril Bahruddin menekankan bahwa amanah kepemimpinan dalam IMLA bukan sekadar jabatan administratif, melainkan bentuk pengabdian mulia terhadap bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. “Menjadi pengurus IMLA adalah kehormatan besar. Kita bukan hanya mengelola organisasi, tapi juga menjadi pelayan bagi bahasa suci Al-Qur’an,” ujar beliau dengan penuh semangat.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak diukur dari banyaknya program, melainkan dari sejauh mana program tersebut dapat dilaksanakan secara realistis dan berdampak. Dalam hal ini, ia menyoroti pentingnya penyelenggaraan Arabic Camp sebagai salah satu agenda strategis dalam membumikan keterampilan berbahasa Arab.
“Seringkali, yang menghalangi para pembelajar untuk berbicara dalam bahasa Arab bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena adanya tembok psikologis: rasa malu, takut salah, dan kurang percaya diri. Melalui Arabic Camp, kita menciptakan lingkungan yang mendukung praktik langsung, membebaskan mereka dari rasa canggung, dan membentuk kebiasaan aktif berbahasa Arab,” jelas Prof. Uril.
Acara pelantikan juga dirangkaikan dengan kegiatan Kuliah Tamu yang diikuti oleh para mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab jenjang S-1 dan S-2 UIN Palangkaraya. Dalam kuliah tamu tersebut, Prof. Uril membawakan tema inspiratif bertajuk “Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis CINTA: Strategi Progresif bersama IMLA Indonesia”.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kata “CINTA” bukan hanya sekadar istilah manis, namun merupakan akronim dari lima pilar penting dalam pembelajaran Bahasa Arab masa kini, yaitu: Creativity (Kreativitas): Guru dituntut menghadirkan pembelajaran yang segar, menarik, dan tidak monoton. Innovation (Inovasi): Pendekatan dan metode pembelajaran harus terus diperbarui sesuai dengan tantangan zaman. Networking (Jejaring): Kolaborasi antarpengajar, antarinstansi, dan antarwilayah menjadi kunci pengembangan sumber daya. Technology (Teknologi): Penguasaan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian tak terpisahkan dalam pembelajaran modern. Adaptability (Adaptabilitas): Fleksibilitas dan kesiapan menghadapi perubahan sangat penting dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan.
“Lima prinsip CINTA ini kami dorong agar menjadi landasan dalam menyusun kurikulum, metode pengajaran, hingga pengembangan kompetensi guru Bahasa Arab di seluruh Indonesia,” tambah Prof. Uril.

Pelantikan ini juga menjadi momentum silaturahmi antaranggota IMLA dan akademisi Bahasa Arab se-Kalimantan Tengah. Suasana penuh semangat, optimisme, dan komitmen untuk memajukan pembelajaran Bahasa Arab terasa kuat sepanjang acara.
Dengan semangat CINTA, kepengurusan baru IMLA Indonesia Daerah Kalimantan Tengah diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan Bahasa Arab yang progresif, kontekstual, dan berdaya saing. Bahasa Arab bukan hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dihayati dan diamalkan sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan spiritual umat Islam.



