IMLA Pusat dan IMLA Banten Matangkan Persiapan Hari Bahasa Arab Internasional 2026 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
SERANG — Pengurus Pusat Ittihad Mudarrisi al Lughah al Arabiyyah (IMLA Indonesia) bersama IMLA Banten menggelar silaturahmi dan ramah tamah dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Peringatan Hari Bahasa Arab Internasional 2026 yang akan dipusatkan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi antara IMLA Indonesia Pusat, IMLA Banten, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta para pemangku kepentingan pendidikan bahasa Arab di Provinsi Banten. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum IMLA Indonesia Prof. Uril Bahruddin, Bendahara Umum IMLA Indonesia Prof Faisal Mubarak, Wakil Rektor I UIN SMH Banten Prof. Dr. Nana Jumhana, Dekan FTIK UIN SMH Banten Prof. Dr. Subhan, Ketua Divisi Kerjasama Dalam Negeri Dr. Siti Shalihah, Ketua Divisi Sistem Informasi dan Informasi (Sisminfo), Ketua IMLA Banten Dr. Zaki Ghufron, jajaran anggota IMLA Banten, Ketua FMGMP Banten, serta Ketua MGMP Banten.

Dalam sambutannya, Ketua IMLA Banten, Dr. Zaki Ghufron, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Hari Bahasa Arab Internasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan bahasa Arab di Indonesia, khususnya di Banten.
Ia menyampaikan sejumlah agenda yang akan dipersiapkan, di antaranya seminar internasional, partisipasi dalam berbagai pertemuan ilmiah dalam rangka Hari Bahasa Arab Internasional, serta penguatan koordinasi antara perguruan tinggi dan madrasah.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan di bawahnya menjadi penting agar pengembangan bahasa Arab dapat berjalan secara berkesinambungan dan selaras dengan kebutuhan pendidikan di lapangan.

Sementara itu, Ketua Umum IMLA Indonesia, Prof. Uril Bahruddin, menyampaikan bahwa keberadaan IMLA harus mampu menjadi pemicu bagi para pengajar dan pemerhati bahasa Arab untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan bahasa Arab.
“IMLA menjadi pemicu untuk mengembangkan kapasitas diri,” ujarnya.
Ia menilai bahwa perkembangan bahasa Arab di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten telah memiliki fondasi yang kuat. Pilar pengembangan bahasa Arab di kampus tersebut, menurutnya, sudah berdiri kokoh dan tinggal diperkuat agar memberikan dampak yang lebih luas.
Karena itu, keberadaan IMLA diharapkan tidak berhenti pada aspek organisasi, tetapi menjadi pemantik lahirnya berbagai kerja akademik dan inovasi yang berdampak terhadap pengembangan bahasa Arab.
Prof. Uril juga menekankan pentingnya pemetaan kompetensi dalam berbagai bidang bahasa Arab. Pemetaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui potensi dan kapasitas sumber daya manusia sekaligus menentukan arah pengembangan bahasa Arab ke depan.
Ia menjelaskan bahwa puncak rangkaian kegiatan nantinya akan diisi dengan Peringatan Hari Bahasa Arab Internasional, pengumuman pemenang berbagai perlombaan, penutupan Konferensi Internasional Bahasa Arab, serta pemberian IMLA Awards.

Wakil Rektor I UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. Nana Jumhana, dalam prakata yang disampaikan menyatakan kesiapan UIN Banten menjadi tuan rumah Peringatan Hari Bahasa Arab Internasional tahun 2026.
Menurutnya, kesediaan tersebut merupakan bagian dari upaya internasionalisasi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Pelaksanaan kegiatan berskala internasional tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi UIN Banten dalam jejaring akademik dan pengembangan bahasa Arab, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama antara UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan IMLA Indonesia.
Senada dengan itu, Dekan FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. Subhan, menegaskan bahwa momentum Hari Bahasa Arab Internasional harus dimanfaatkan untuk menjadikan UIN Banten sebagai salah satu pusat perhatian dalam pengembangan bahasa Arab.
Ia mengingatkan agar seluruh aspek persiapan dilakukan secara matang sehingga tidak terdapat kekurangan yang dapat menjadi sorotan di kemudian hari.
Menurutnya, kegiatan internasional tersebut juga menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan dan mempromosikan keberadaan program studi bahasa Arab di UIN Banten kepada masyarakat akademik yang lebih luas.
“Jangan sampai ada lubang-lubang yang akan menjadi sorotan ke depannya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa rangkaian kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa program studi bahasa Arab di UIN Banten telah berkembang dan memiliki jejaring akademik yang semakin luas hingga tingkat internasional.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati tiga agenda utama yang akan menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan Hari Bahasa Arab Internasional 2026, yaitu:
1. Seminar Internasional Bahasa Arab;
2. Perlombaan Bahasa Arab; dan
3. Peringatan Hari Bahasa Arab Internasional.
Ketiga agenda tersebut diharapkan dapat menjadi ruang akademik, kompetitif, sekaligus apresiatif bagi para akademisi, pengajar, mahasiswa, siswa madrasah, dan pemerhati bahasa Arab.



